Nepal Melarang Bermain PUBG, Alasan Dampak Buruk Ke Anak

alterytis.com – Kalian pasti sudah mengenal yang namanya permainan PUBG. Pemerintahan Nepal saat ini dilaporkan untuk melarang anak mainkan game PUBG. Laporan tersebut diumumkan oleh Otoritas Telekomunikasi Nepal (NTA). Hal tersebut diumumkan karena saat ini sudah banyak sekali pihak orang tua yang mengeluh karena anaknya kecanduan permainan PUBG. Jika hal tersebut diteruskan, maka akan ada terjadi hal yang buruk ataupun negatif terjadi pada anak tersebut. Tentunya akan mengganggu psikolog anak tersebut yang masih duduk di bangku sekolah.

Untuk permainan PUBG sendiri dirilis pada tahun 2017 yang dapat dimainkan oleh 100 orang secara bersamaan. Di situ para pemain diberikan remisi untuk membebaskan diri dari serangan beberapa orang tersebut. Kita dapat bermain berkelompok ataupun kita dapat bermain sendirian. Pada permainan itu juga diberikan beberapa senjata yang dapat digunakan untuk mematikan musuhnya.

Menurut juru bicara NTA mengatakan jika pihaknya menyuruh pihak provider dari permainan PUBG tersebut untuk memblokir dari negaranya tersebut. Karena sudah jelas permainan ini akan sangat mengganggu anak dan memberikan dampak buruk terhadap pertumbuhan anak. Langkah tersebut dilakukan oleh pihak NTA setelah adanya rekomendasi dari pihak Divisi kejahatan kepolisian Metropolitan. Jadi secara tegas pihak sudah NTA melarang bagi seluruh masyarakat Nepal untuk bermain PUBG.

Hal tersebut juga didukung dengan laporan sejumlah sekolah dan juga instansi. Ada sekitar 8 sekolahan dan 25 investasi di negara tersebut Melaporkan untuk menghapus permainan PUBG tersebut. Memang untuk permainan PUBG seperti ini akan mengganggu kesehatan anak terutama pada psikologinya. Apalagi ketika tidak bisa mengatur jam bermain game tersebut. Karena ketika sudah mengenal permainan seperti ini akan banyak ketagihan untuk memainkannya kembali.

Apalagi permainan seperti ini menggunakan senjata dan memiliki kualitas yang bagus. Sehingga para pemain yang memainkan game seperti ini akan terinspirasi untuk terus memainkannya. Yang paling buruk lagi ketika mereka sedang memainkan game ini, dan ditakutkan terinspirasi membawanya ke dunia nyata.

Ini yang dikawatirkan dari pemerintahan Nepal untuk masyarakatnya yang memainkan game ini. Apalagi dari laporan pihak sekolahan yang memang sangat terganggu dengan adanya permainan ini. Karena murid yang ada pada sekolahan tersebut sangatlah terpengaruhi dengan adanya permainan ini. Dan sangat mengganggu belajar anak saat sudah berada di sekolah.

Kebanyakan orang tua wali murid juga melaporkan jika anaknya menjadi malas untuk belajar di rumah. Ini sudah menjadi dampak buruk yang menimpa anak di Negara Nepal atas permainan PUBG. Apalagi untuk saat ini kebanyakan anak juga sudah pintar untuk menghindari pemblokiran game tersebut. Jadi ini yang dikawatirkan oleh pemerintahan Nepal untuk larangan memainkan game PUBG. Jadi bisa saja anak tersebut menggunakan cara lain untuk memainkan game seperti ini.