Kasus Terorisme 2019

Maraknya kasus terorisme beberapa tahun belakangan ini di negara-negara maju dan berkembang cukup meresahkan masyarakat. Terorisme ini telah menelan banyak korban yang tak bersalah. Tak sedikit pula yang mengalami luka berat maupun ringan.

Jika ditilik lebih lanjut, dampak negatif dari terorisme ini bukan hanya itu saja, tetapi juga dapat menimbulkan ketakutan dan cemas hingga timbulnya rasa ketidakpercayaan antar umat beragama.

Jajaran aparat keamanan negara pun semakin ditingkatkan demi menjaga kenyamanan masyarakat serta berupaya mencegah dan meminimalisir sebisa mungkin hal tersebut terjadi lagi.

Kasus Terorisme yang Terjadi Selama Tahun 2019 Ini

Terorisme merupakan aksi yang tak mengerikan dan membahayakan warga. Tercatat ada beberapa kasus terorisme yang sudah terjadi selama setengah tahun lebih terlewati di 2019 ini. Berikut adalah diantaranya.

  1. Bom Bunuh Diri di Sibolga

Pada 13 Maret 2019, sebuah ledakan bom terjadi di Sibolga, Sumatera Utara. Bom ini diindikasi sebagai bom bunuh diri yang dilakukan oleh istri dari seorang terduga teroris di dalam rumahnya saat dini hari.

Seorang balita berusia dua tahun yang juga merupakan anak si pelaku pun ikut menjadi korban ledakan.

Aksi ini pun membuat warga sekitar takut dan masih membekas selama beberapa hari setelah kejadian. Bahkan ledakan sempat terjadi sehari sebelumnya pada sore hari.

Ledakan tersebut sempat melukai seorang petugas kepolisian saat melakukan pengecekan awal. Mereka memang sudah di sana untuk menangkapsuaminya, Abu Hamzah, yang berhasil dibawa oleh densus 88.

Baca juga : Myanmar Perintahkan Tangkap Biksu Radikal, Pendukung Melakukan Protes

  1. Bom Paskah di Sri Lanka

Lagi-lagi sebuah bom kembali meledak di salah satu rumah peribadatan di Sri Lanka. Kejadian tersebut bertepatan dengan hari Paskah pada 21 April 2019. Targetnya tidak hanya gereja saja, melainkan juga hotel dan rumah.

Ledakan pertama yang terjadi bersamaan pada pagi hari adalah di Hotel Shangri La Colombo dan Kingsbury Colombo juga gereja St Anthony di Kochikade serta St Sebastian di Negombo.

Hanya berselang lima menit, Hotel Cinnamon Grand di Colombo menjadi sasaran empuk selanjutnya, dilanjutkan dengan Gereja Katolik Roma Zion di Batticaloa sekitar 15 menit kemudian.

Teror ledakan tersebut ternyata berlanjut di siang harinya yang menyerang Hotel New Tropical Inn di Dehiwela dan sebuah rumah di Dematagoda yang diduga sebagai bom bunuh diri.

Peristiwa ini adalah yang terparah selama melewati beberapa bulan di tahun 2019 dengan mencapai total korban sekitar 290 jiwa.

  1. Teror di Perancis

Negara Perancis sangat identik dengan ciri khasnya yang serba romantis. Dengan ikon menara eifel yang berdiri kokoh di ibukotanya, Paris. Namun, siapa sangka bahwa teror bom pun menimpa negara ini.

Bukan kali pertama negara Perancis mendapat serangan teror. Sebelumnya juga pernah terjadi pada Januari 2015, dengan teror penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo dan menewaskan 12 orang.

Sepuluh bulan kemudian, teror bom bunuh diri dan penembakan terjadi di beberapa lokasi ibukota. Di bulan Juli 2018, sebuah gereja katolik diterobos masuk dan diteror.

Tak berhenti sampai disitu saja. Pada bulan Mei 2019 lalu, teror terjadi dari sebuah ledakan di salah satu jalur pejalan kaki di kota Lyon. Ledakan tersebut melukai 13 orang yang segera dibantu medis. Berdasarkan hasil rekaman cctv, ledakan berasal dari sebuah paket yang diletakkan depan sebuah toko oleh seorang pria.

  1. Aksi Penembakan Di Selandia Baru

Kasus satu ini ialah yang paling menghebohkan seluruh dunia. Layaknya bermain dalam sebuah game, seseorang dengan seenaknya masuk ke sebuah mesjid dan menembaki setiap orang yang sedang beribadah di sana tanpa terkecuali.

Pelaku kini sudah berhasil ditangkap dan dijerat dengan pasal pembunuhan serta terorisme.

Meski kasus terorisme ini cukup mengerikan dan merisaukan masyarakat, namun Anda pun harus waspada dan tak perlu terlalu khawatir karena aparat keamanan akan selalu siap menjaga.

Semoga kasus terorisme semakin berkurang dan tak memakan korban lebih banyak lagi.